Langsung ke konten utama

Roda Kehidupan

Bismillah,
In the name of Allah

Roda kehidupan terus berputar 
Seiring dengan berjalannya waktu 
Detik demi detik terus kita lewati... 

Akan tetapi
Tak selamanya kita terus berada dia atas 
Terkadang kita harus bersabar dalam keburukan kita 
Yang sedang berada di bawah.. 

Namun mengapa kita harus selalu mengikuti jalur roda kehidupan tersebut? 
kenapa kita tidak mencoba 
berusaha untuk menjadi pengendara 
dari roda tersebut... 

Yang mampu mengendalikan 
dan menguasai putaran jalan roda tersebut 
Kita juga dapat memilih 
jalur mana yang lebih baik bagi kita untuk kita lewati, 

Maka... percayalah!! 
mulai sekarang 
kita harus selalu bisa mengatur kehidupan pribadi kita 
dengan diri kita sendiri, 

kita lah yang merencanakan kehidupan 
dan masa depan kita, 
bukan kita yang harus selalu mengikuti 
jalur kehidupan yang hampa... 

Dengan usaha dan kerja keras, 
In sya Allah kita bisa melewati 
segala rintangan kehidupan di depan kita... 
sekalipun kita harus melewati lembah yang begitu mengerikan, 

yakinlah..! 
bahwa roda kita mampu menempuh dan keluar dari lembah tersebut... 
Maka percayalah dengan kemampuan anda.. 
bahwa anda mampu menggapai dan menggenggam impian dengan tangan anda...!!




sajak indah yang dipersembahkan oleh seseorang
untuk membangun semangat juang mujahid dan mujahidah di bumi Allah^^

Komentar

  1. Mataap tap...!!! (Y)
    Kerenkeren..
    2 jempol buat nih puisi.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah baru 2 jempol -_- hehehe
      siplaah, thanks :D
      tunggu karya ane yang 4 jempol ya!

      Hapus
  2. Empat jempol?
    Mau make jempol kaki emangnya?
    Hihihi~
    Iya iyaa...
    Ditunggu loh puisinya^-^

    BalasHapus
  3. ................... *ga ada suaranya*
    sipsip! bismillah~

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSDQ 2013-2014

Bismillah, In the name of Allah Sekarang, buat tahun ini sampe tahun depan, angkatan aku diamanahi sekolah tercinta kami, SMPIT Darul Quran Mulia Putri, untuk menertibkan para santriwati.. ehehe DAn, alhamdulillah aku menjadi salah satu bagiannya Dengan : Pembina : Ustadzah Eli Chief of OSDQ I : Basma Amira Zahra Chief of OSDQ II : Faiqoh Hasanah Secretary : Atrasina Mazaya Treasure : Syifa Azzahra  Syifa, Faiqoh, Ustadzah Hilwa, Basma, Atrasina Security Department   : Tazkiya Muthmainnah                                       Nabilah 'Ulya Rizkiya                                       L...

Uncomfortable

Bismillah,  In the name of Allah ya, seperi judul diatas, i am very uncomfortable at DQ. I don't know why.. but, I wanna move! Perasaan ini kembali lagi. ga tau kenapa.. Aku juga sering sakit. pengennya sakit waktu lagi sehat. tapi kalo sakit, pengennya sehat Sekarang aku mau pindah.. tapi, gimana ya.. aku masih mau ngafal القرآن الكريم dan jadi Hafizhah. aku mau banggain أمي و أبي , and all of my family, everyone also. kata Ummi, aku harus shalat istikharah dulu sebelum ngambil keputusan. dan aku harus istiqomah kalau udah dapet petunjuk dari Allah.  Sebenernya, aku masih pengen di DQ, tapi, yang bikin aku ga betah itu apa bisa berubah? aku berharap banget.... itu bisa terjadi sekarang, aku cuma butuh seseorang yang lebih berpengalaman,,, wali asrama. ya, wali asrama itu penting banget buat semua santri. karena mereka adalah pengganti Ummiku. aku pengen beliau mengerti perasaanku. I want her to understand my feelings. Just that! no more Ustadzah, kalau ust...

First Step ( RESULT)

Bismillah, In the name of Allah Menghitung hari, Detik demi detik... 11 Juni, 2014 Hari ini pun Hasil atas segala yang telah di perjuangkan Dikabarkan Telah lama ku menunggu hari ini. Dan akhirnya ia datang dengan berita gembira. Berita gembira yang sangat sulit untuk kuterima, untuk ku sadari kenyataannya... Terpuruk. Sangat terpuruk. Rasanya tuh kaya masa depanku bakalan amburadul . Target target yang telah ku rancang ga akan bisa terwujud.. Rasanya tuh, MASA DEPAN TERPURUK perlahan mendekat. Pintu impian yang perlahan terbuka itu , tiba tiba terbanting jadi tertutup rapat. Sangat rapat. Resah datang, terus menyambuk hati, tak terkendali. Hati ini sangat menyesali... Ummi, Abi, maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia pun membuatmu bangga. Malaikat kecil harapan terakhirmu ini ternyata tidak bisa diandalkan. Belum bisa mewujudkan salah satu impianmu. Belum bisa membalas jasamu. Perjuanganmu. Doa doa mu. Peluh dan keringat mu. Aku masih belum bisa menerima...